Waduh, Mobil Damkar Sudah Berusia 10 Tahun

oleh -59 views
mobil-damkar-mogok
STARTER DORONG: Mobil damkar didorong terlebih dahulu agar bisa difungsikan. Saat ini armada damkar sedang krisis. foto:okri riyana/radar cirebon

KESAMBI – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cirebon tengah mengalami krisis armada. Dari tujuh unit armada mobil damkar yang dimiliki, hanya dua yang bisa beroperasi. Sisanya sudah usang dimakan usia pemakaian.

Kepala Dinas Damkar Kota Cirebon, Drs Adam Nuridin MM mengatakan, lima unit armada sudah berusia antara 10-15 tahun, berkapasitas 3.000 dan 4.000 liter. Saat ini, lima unit tersebut sudah dikandangkan total.

“Yang masih bisa jalan hanya dua unit, yang 4.000 (liter) satu, dan 3.000 (liter) satu. Itu juga kalau mau jalan harus starter dorong dulu,” ujar Adam, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Kota Cirebon, Rabu (6/1).

Baca Juga: Pertengahan 2021 BRT Ditarget Bisa Beroperasi Setengahnya

Menurutnya, dua unit yang masih beroperasi tersebut, masa pakainya juga sudah cukup lama, yakni sejak 2015. Saat ini pun, kondisinya kurang fit. Tapi, memang masih bisa digunakan walaupun harus starter dorong.

“Tahun lalu, masih bisa digunakan untuk spraying disinfektan dan mem-back-up panggilan peristiwa kebakaran. Tahun ini kita khawatir kondisinya kurang optimal,” tuturnya.

Adam menuturkan, pihaknya ingin melakukan pengadaan dua unit mobil damkar di tahun 2021. Namun, usulan anggaran di dinasnya sebesar Rp19 miliar, hanya dikabulkan Rp9 miliar yang digunakan untuk secara keseluruhan mendanai operasional Dinas Damkar.

“Kita pernah usulkan membeli dua unit yang 4.000 liter seharga Rp3,5 miliar hingga Rp4 miliar, dan 3.000 liter seharga Rp2 miliar-an. Untuk rencana pengadaan mobil damkar tahun ini batal,” ujarnya.

Padahal, dalam regulasi yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri RI, tugas damkar merupakan urusan wajib pemerintah daerah. Dalam satu kecamatan, dianjurkan setiap daerah memiliki satu unit mobil damkar yang minimal berkapasitas 3.000 liter.

Untuk saat ini, ketika terjadi kondisi darurat dan membutuhkan penanganan dengan armada yang banyak, pihaknya terpaksa meminta suport armada dari daerah tetangga.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya SFil mengungkapkan, persoalan yang dihadapi oleh Dinas Damkar ini akan coba dikomunikasikan dan dikordinasikan kembali, menjelang pembahasan RAPBD-P 2021. Karena, untuk anggaran APBD Murni 2021, sudah ketok palu. (azs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.