Misa di Tengah Pandemi, Jumlah Jemaat Dibatasi

oleh -89 views
natal-pandemi
Persiapan penerapan protokol kesehatan di Gereja Santo Yusuf, Kamis (17/12). Misa natal akan diadakan dengan memperhatikan kapasitas ruangan. foto:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

“Kami menghimbau pada seluruh jemaat yang hadir nanti agar tidak melepas masker selama ibadah berlangsung dan tidak bersalaman,” tukasnya.

Sebelunya, Pemerintah Kota Cirebon juga membuat sederet ketentuan terkait Hari Raya Natal dan tahun baru (Nataru). Pemkot melarang perayaan pergantian tahun itu. Begitu juga untuk perayaan Natal, hanya diperbolehkan 50 persen dari daya tampung gereja.

Ketua Harian Satgas Covid-19, Drs H Agus Mulyadi MSi kepada Radar seusai konferensi pers di rumah dinas walikota menjelaskan, untuk perayaan Natal, Pemerintah Kota Cirebon menerapkan aturan ketat.

Bagi gereja yang menggelar perayaan Natal, tidak boleh melibatkan banyak orang. Maksimal hanya 50 persen dari daya tampung. Hal ini semata-mata untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Untuk Natal, kita melarang memobilisasi banyak orang, maksimal 50 persen,” kata Gus Mul. (apr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.