Komisi II Ngotot Bangunkan Senderan

oleh -46 views
sungai-sukalila
Sungai Sukalila di kawasan pesisir akan dikeruk. Komisi II DPRD Kota Cirebon menginginkan agar dibuat senderan selain mengeruk sungai tersebut. Hal itu karena proses sedimentasi di wilayah tersebut lebih cepat terjadi. foto: abdullah/radar cirebon

KEJAKSAN – Rencana pengerukan Sungai Sukalila di kawasan pesisir yang masih menunggu turunnya curah hujan, membuat Komisi II DPRD Kota Cirebon angkat bicara. Ketua Komisi II, Ir Watid Sahriar mengatakan, untuk pengerukan di pesisir, seharusnya tidak hanya dikeruk, tapi senderannya harus dibangun.

Senderan tersebut, kata dia, penting untuk antisipasi terjadinya pendangkalan kembali. Pengerukan itu nantinya, dua hingga tiga tahun kemudian akan kembali seperti semula. Karena, sedimentasi ke muara laut akan menjadi tinggi.

Baca Juga: Waduh, Mobil Damkar Sudah Berusia 10 Tahun

Walau semakin dalam pengerukannya, tapi untuk menjadi seperti semula sangat besar dalam waktu tiga tahun. Karakter air mengalir memang seperti itu kalau sedimentasinya tinggi. Jadi, akan kembali ke kondisi alam.  “Jadi harus dibangun senderannya, jangan hanya sebatas dikeruk,” sarannya.

Watid menjelaskan, Komisi II setuju kalau pembangunannya juga dibuat senderan sungai. Makanya. senderan itu harus dibuat agar kerapian benar-benar terjaga. Termasuk pengerukan ke ujung sungai walaupun itu kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Watid menjelaskan, kalau pengerukannya satu meter dengan asumsi volume 30 ribu kubik, tapi kalau tidak ada break water, maka percuma. Termasuk kalau laut tidak dikeruk. Karena akan mempercepat sedimentasi. “Persoalannya, Cirebon itu sedimentasinya yang tinggi,” tandasnya.

Pihaknya bahkan merinci kalau satu kubik biayanya Rp80 ribu, maka dengan 30 ribu kubik, anggarannya sekitar Rp2,4 miliar. Angka itu belum termasuk biaya angkut ke atas truk. Apalagi kabarnya, lumpur akan dikeringkan terlebih dahulu 2-3 hari. Menurutnya, sulit dalam waktu segitu bisa kering, kecuali tumpukan lumpur ketebalannya hanya 10 sentimeter. “Jangan samakan dengan gabah 2-3 hari kering dijemur. Ini lumpur, butuh waktu lama untuk kering,” tandansya.

Pihaknya mengingatkan dampak dari penumpukan lumpur adalah warga sekitar dan mempersulit pengerjaan proyek. (abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.