Belajar Metode PJJ Berlanjut

oleh -43 views

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon belum merekomendasikan pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka di awal tahun 2021. Awal pembelajaran semester genap 2020/2021 pun tetap dilaksanakan dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kendati demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon tengah menyusun panduan persiapan pembukaan belajar tatap muka untuk sekolah.

Direktur PJJ Kota Cirebon, Toto Haryanto SPd MPd mengatakan, perkembangan penyebaran Covid-19 yang masih mengkhawatirkan, membuat pemerintah memutuskan untuk merekomendasikan pembelajaran tatap muka ditunda. Namun begitu, pelayanan pendidikan tetap tidak boleh berhenti. Sehingga, PJJ masih menjadi solusi paling tepat untuk situasi saat ini.

“Tentunya, pertimbangan utama kita adalah keselamatan siswa dan guru. Kita harus hati-hati melakukan pembelajaran tatap muka. Jangan sampai karena keputusannya dibuat terburu-buru, malah justru membahayakan guru dan juga siswa,” ungkap pria yang juga sekretaris PGRI Kota Cirebon tersebut, kemarin.

Baca Juga: Pembelajaran Semester Genap 2021 Tetap Jarak Jauh

Menurut Toto, pelaksanaan PJJ memang masih terdapat beberapa kendala. Namun demikian, pelaksanaan PJJ di Kota Cirebon juga dinilai sudah cukup sukses dibandingkan dengan daerah lain.

Berdasarkan laporan, kata Toto, tingkat partisipasi siswa yang mengikuti PJJ yang ditayangkan di stasiun televisi RCTV mencapai 100 persen. Artinya, seluruh siswa SD di Kota Cirebon mengikuti kegiatan PJJ. Sementara untuk siswa SMP, tingkat partisipasinya telah mencapai 86 persen.

“Untuk SMP, tingkat partisipasinya sudah cukup bagus. Sisanya menggunakan strategi pembelajaran di sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Selain itu, apresiasi juga datang dari pemerintah provinsi yang memberikan fasilitas video conference untuk sekolah-sekolah di Kota Cirebon. Dengan menggunakan fasilitas video conference berbasis sekolah, maka pembelajaran dan interaksi bisa dilaksanakan langsung dari sekolah-sekolah.

Dalam mempersiapkan PJJ, kata Toto, pihaknya juga melibatkan forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG). Hal tersebut dilakukan untuk memastikan peningkatan kompetensi pembelajaran serta ketercapaian kompetensi para siswa dalam menyerap pelajaran yang diberikan. (awr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.